indrianiku | kenangan untuk seorang wanita


Setelah tumpah di mulut atas masuk lagi ke mulut bawah
Februari 8, 2007, 7:41 am
Filed under: Kerinduan, Percumbuan

Aku kangen. Kau juga. Lalu kau menelefonku tengah malam. Di kamar aku terima lontaran rindumu. Kartu Simpati kotamu jadikan percakapan kita murah padahal aku di Jakarta. Ya, ya, ya… ah kita ingin ulangi itu lagi. Disaat kondisiku sangat fit sehingga spermaku berlimpah, maka segera setelah aku tuang ke wajah dan mulutmu maka tititku kelesakkan lagi ke liangmu untuk mengejar orgasme terakhirmu.

“Mana kontolmu Nyo! Manaaa! Ayoooo… masukin ke tempikku lagi Nyo! Kontol Nyo! Tempikku masih mau tambah Nyo!,” ucapmu.

Ahhh luar biasa. Dalam basah tapi masih menegang batanku masuk lagi menggali kenikmatan didalam liangmu sampai mentok, hingga akhirnya orgasme totalmu tiba, dan saat yang sama secara berangsur ereksiku mengendor. Sayang sekali aku tidak bisa ejakulasi lagi…



Pesona matang
Februari 6, 2007, 7:37 am
Filed under: Kerinduan

Melihat gambar ini aku terus terkenang akan dirimu. Dia bukan kau tapi ah… kematangan dan kehangatannya dalam bercinta akan cepat mendewasakan pria muda. Sex bukan hanya bersetubuh tapi juga bagaimana memanjakan kekasih dan membuat seorang pria merasa sebagai pejantan yang amat berharga bagi wanita…



Mimpi basah lewat belakang
Februari 5, 2007, 6:58 am
Filed under: Kerinduan, Lucu

Di Jakarta, rumah sendiri. Pagi hari jelang jam lima. Aku terbangun. Mimpi basah. Padahal sebelum tidur aku sudah masturbasi dengan tiga celana dalammu yang bawa aroma syahdu kemaluanmu. Aku mimpi anal sex denganmu. Nikmat tapi takut. Makanya aku terbangun. Mani lengket sudah basahi celana. Sialan!



Jempol diantara telunjuk jari tengah
Februari 4, 2007, 5:55 am
Filed under: Lucu, Percumbuan

Kuminta kau lakukan itu selagi kita bercinta. Tangan satu merentang agar supaya lengan terangkat sehingga lengan terbuka tampakkan bulu ketiak, tangan satu membentuk kepalan tapi jempol terjepit diantara jari telunjuk dan jari tengah.

Mulanya kau enggan. Saru, katamu. Ini simbol jiyut, katamu lagi. Kukatakan, memangnya apa yang sedang kita lakukan?

Kau cubit aku sambil tertawa kecil. Kubalas gigit lembut ketiakmu, kucabut dengan katupan gigi. Kau mengaduh manja Setelah kau genggamkan tangan simbolkan persetubuhan. Ujung ibu jari itu kau kulum. Oh indahnya pemandangan…



Celana dalammu kubawa
Februari 3, 2007, 4:50 am
Filed under: Kerinduan, Lucu

Ini, katamu sambil kedipkan mata. Kau dari kamar kecil, lepaskan celana dalam, kembali ke toko, serahkan celana dalammu untuk kubawa ke Jakarta. Celana dalam bekas pakai. Lengkap dengan aroma dan helai jembut untuk kawani rinduku



Swalayan pagi hari
Februari 2, 2007, 2:49 am
Filed under: Percumbuan

Hari libur jam 7 pagi. Kita kangen. Lalu bercumbu via telefon. Masturbasi bareng. Aku di hotelku. Kau di kamar rumahmu.



Kau tak punya thong
Januari 31, 2007, 8:47 am
Filed under: Lucu

Aku suka thong. Tapi kau ternyata tak punya. Malu, katamu. “Disini ndak ada yang jual nyo,” katamu lagi. Padahal setelah tahu bahwa aku suka kau pun ingin memakainya agar tampak lebih sexy. Anehnya bra tipis yang menerawang kau punya beberapa. Aiiiihhh kenapa kau sangat wanita toko kota kecil yang malu sexy?



Kupompa tubuhmu, kau jilati sendiri ketiak berbulumu
Januari 29, 2007, 12:06 am
Filed under: Percumbuan

Ah! Sensasi baru! Ternyata nikmat bercumbu di tempat terang. Sore di kamar hotelku. Kau datang hantarkan rindu dan nafsu. Kau telentang mengangkang. Aku menindihmu, tanganku menopang tubuhku. Pinggulku berputar. Pantatku maju mundur. Kudongkrak pusat kemanjaanmu. Kutekan. Kupompa. Kau kenikmatan sekali. Wajah kita berjauhan. Kau rentang lengan. Bulu ketiak itu alangkah indahnya, Ci! Kuminta kau menciuminya, menjilatinya. Agak susah tapi bisa. Sampai ketiak berkilat. Sungguh menggairahkan…



Deras mengalir cairanmu
Januari 28, 2007, 1:03 am
Filed under: Percumbuan

Kau duduk di sofa. Aku berlutut. Malam terus merambat. Sepi tanggal tua saat hujan, toko tak ada pembeli. Tokomu tutup lebih awal. Celana dalamu kubiarkan tergantung di lutut kirimu. Kumainkan kewanitaanmu dengan mulutku. Kusapa lembut. Kukecup rindu. Kujilat nakal. Kusedot liar. Tumpahlah kau punya cairan bening. Kusedot seruput selayaknya minuman.

Banyak sekali yang keluar. “Soale sudah lama puasane,” katamu. Sebulan kita tak bersetubuh, tak ada kesempatan untuk berdua. Kulepaskan mulutku. Aku mendongak, kerdipkan mata.

“Tempikku kangen sayang. Pingin dijiyut sama kamu…” katamu.



Jiyut adalah bersetubuh
Januari 27, 2007, 6:53 pm
Filed under: Lucu, Percumbuan

Kita buka koleksi lama majalahmu yang tersimpan dalam lemari. Seukuran majalah. Terbitan Hong Kong. Banyak gambar. Ada sedikit teks cerita. Kau agak bisa membacanya. “Ini bahasa kuo yu”,” katamu. Wakti kecil kau sempat belajar itu. Bahasa mandarin.

Aku menggodamu, “Lagi ngapain nih mereka?” Kau mencubitku, “Ini lagi jiyut…”

Apa pula itu? Bahasa mandarinkah? Atau hokkiankah? “Bukan. Ini istilah lama orang sini, ndak tau dari bahasa mana. Artinya bersetubuh.”

“Jiyut yuk Ci…” bisikku. Lalu kucium lembut bibirmu. Kupeluk dirimu. Tanganku merabai puting mengeras di balik dastermu. “Jiyut… yuk,” ajakku. Tanganku meremas lembut susumu. Tanganmu meraba pistol di balik jeansku.




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.